September 2012 | Japanese & Korean Girls

♥ Pria terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan raut wajahnya, melainkan yang paling menawan keimanan dan budi pekertinya..

♥ Pria terjantan di hadapan wanita bukanlah yang paling berani mengungkap kata cinta, melainkan yang paling berani menemui wali sang hawa untuk meminangnya..

♥ Pria teromantis di hati wanita bukanlah yang paling mesra mengungkap kata cinta,

melainkan yang berani mempertanggungjawabkan kata cinta di hadapan ALLAH dengan berazam untuk menghalalkannya..

♥ Pria tergagah di hadapan wanita bukanlah yang paling kekar tubuhnya, melainkan yang mampu bertanggungjawab menopang keluarga..

♥ Pria terkaya di angan wanita bukan hanya terbanyak hartanya, melainkan yang kaya hatinya sehingga pandai bersyukur atas segala karunia-Nya..

♥ Pria terpandai di benak wanita bukanlah yang paling banyak ilmunya, melainkan yang paling peduli untuk membimbing kepada jalan yang diridhai-Nya..

♥ Pria paling dermawan di hadapan wanita bukanlah yang paling banyak sedekahnya, melainkan yang paling perhatian memenuhi kewajiban keluarga..

Akhi..
Sejatinya nilai diri kaum pria bukan hanya karena tampan, jantan, romantis, gagah, kaya, pandai dan dermawan namun sejauh mana ia mampu mengasah keimanan dan perilakunya agar lebih menawan.

Kaum pria begitu berharga jika ia mampu mempertanggungjawabkan segala ucapan dan perbuatan di hadapan ALLAH Yang Maha Menyaksikan

HUKUM BERSETUBUH LEWAT DUBUR SUAMI & ISTRI ... PERTANYAAN DARI Gus Mul.

Islam melarang bersetubuh lewat dubur

Dalam hubungannya dengan masalah persetubuhan, Allah s.w.t. menurunkan ayat yang berbunyi sebagai berikut:

“Isteri-isteri kamu bagaikan ladang buat kamu, oleh karena itu datangilah ladangmu itu sesukamu, dan sediakanlah untuk diri-diri kamu, dan takutlah kepada Allah, dan ketahuilah
sesungguhnya kamu akan bertemu Allah, dan gembirakanlah (Muhammad) orang-orang mu’min.” (al-Baqarah: 223)

Turunnya ayat ini mengandung sebab dan hikmah yang besar sebagaimana yang disebutkan oleh seorang ulama India Waliullah ad-Dahlawy: “Orang Yahudi mempersempit gaya persetubuhan tanpa dasar hukum syara’, sedang orang-orang Anshar dan berikutnya mengikuti cara-cara mereka itu. Mereka berpendapat: bahwa apabila seorang laki-laki menyetubuhi isterinya pada farjinya dari belakang, maka anaknya akan lahir juling. Kemudian turunlah ayat ini: maka datangilah ladangmu itu sesukamu, yakni dari jalan depan maupun dari belakang selama diarahkan untuk satu tujuan, yaitu kemaluan atau farji. Hal ini dipandang tidak apa-apa, karena ada hubungannya dengan masalah kepentingan kebudayaan dan kecenderungan. Sedang setiap orang tahu kemaslahatan pribadinya. Oleh karena cara-cara Yahudi di atas hanya sekedar bikin-bikinan mereka, maka patutlah kalau dihapuskan.”16

Bukan menjadi tugas agama memberi batas kepada seorang laki-laki tentang gaya dan cara bersetubuh. Agama hanya mementingkan supaya si suami selalu takut kepada Allah, dan supaya dia tahu bahwa dia akan bertemu Allah. Untuk itu jauhilah dubur, sebab dubur adalah tempat yang membahayakan dan kotor. Menyetubuhi isteri pada dubur dapat dipersamakan dengan liwath (homoseks). Justru itu sudah seharusnya agama melarangnya. Untuk itu pula Rasulullah s.a.w, pernah bersabda:

“Jangan Kamu setubuhi isterimu di duburnya.” (Riwayat Ahmad, Tarmizi, Nasa’i dan Ibnu Majah)

Dan tentang masalah menyetubuhi isteri di duburnya ini, beliau mengatakan juga:

“Bahwa dia itu termasuk liwath yang kecil.” (Riwayat Ahmad dan Nasa’i)

Ada seorang perempuan Anshar bertanya kepada Nabi tentang menyetubuhi perempuan di farjinya tetapi lewat belakang, maka Nabi membacakan ayat:

“Isteri-isterimu adalah ladang buat kamu, karena itu datangilah ladangmu itu sesukamu.” (al-Baqarah: 223) – (Riwayat Ahmad)

Umar pernah juga bertanya kepada Nabi:

“Ya Rasulullah! Celaka aku. Nabi bertanya: apa yang mencelakakan kamu? Ia menjawab: tadi malam saya memutar kakiku –satu sindiran tentang bersetubuh dari belakang– maka Nabi tidak menjawab, hingga turun ayat (al-Baqarah: 223) lantas beliau berkata kepada Umar: boleh kamu bersetubuh dari depan dan boleh juga dari belakang, tetapi hindari di waktu haidh dan dubur.” (Riwayat Ahmad dan Tarmizi)

..Kasih Tak Terbatas Seorang IBU...

IBU memiliki sifat ilahi yang penuh kasih, sehingga ketika janin berada dalam kandungannya disebut berada di alam rahim, salah satu asma-Nya.

Alam rahim sang #IBU ibarat surga firdaus yang serba damai,

happy, sehingga ketika anak Adam keluar dari situ sebuah derita dimulai.

Selama janin berada di alam rahim #IBU, merekam musik lembut denyut jantung yang bersifat universal dan terkesan sampai sekarang.

Begitu mendalamnya kenangan janin di alam rahim, ketika nangis akan segera diam ketika telinganya ditempelkan ke dada #IBU sebelah kiri menikmati musik jatung.

Hati #IBU lapang dan penuh kasih, ibarat samudera yang tak pernah menolak kehadiran anak-anak sungai sekalipun airnya kotor.

Doa dan kerja keras #IBU dalam membesarkan anak-anak menjadi pupuk mujarab bagi anak-anak agar tumbuh jadi pribadi yang tegar, ulet, dalam meraih cita-citanya.

Sosok #IBU sebagai wanita memiliki sisi maskulinitas, sebagaimana seorang ayah juga memiliki dimensi feminitas.

Karena sosok #IBU or wanita sangat besar perannya dalam membentuk karakter anak serta posisinya yang dihormati, maka mereka disebut empu (per-empu-an).

Nurani kita selalu rindu dan rela sujud di hadapan #IBU, karena dalam dirinya terpancar sifat ilahi, Sumber Kasih, yang selalu memberi tak harap kembali.

Sedah hampir 10 tahun saya bekerja, tapi belum pernah #IBU meminta sepeserpun dari penghasilan saya

Kasih #IBU pada anak bagaikan curah air hujan, yang memantul kembali dari anak ke atas tidak sebanding

Memang tidak semua #IBU pintar mendidik anaknya, tapi semua ibu yang normal pasti menyayangi anaknya!

Hampir selama 24 jam #IBU ingat, peduli dan mendoakan anak-anaknya. Tapi berapa jam sehari anak ingat ibunya?

Meski tidak banyak bicara, ketika #IBU ada di rumah aura kasihnya memenuhi seluruh rumah dan ruang hati. Cintai dan baktilah padanya semasih hidup.

Apakah kita bisa berdusta satu kali, tanpa melahirkan dusta-dusta berikutnya yang memenjara hati? Siapakah yang cukup kuat untuk berlama-lama hidup gelisah?

Ketik seorang wanita melahirkan maka kesadaran sebagai #IBU terbentuk secara drastis, suatu transformasi diri yang tidak terjadi pada lelaki.
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Pribadi yang BERDZIKIR ITU INDAH …

Setiap KALAMNYA adalah DAKWAH …
Setiap DIAMNYA adalah DZIKIR …
Setiap NAPASNYA adalah TASBIH …
Setiap PANDANGAN MATANYA adalah RAHMAT …

Setiap SUARA TELINGANYA selalu TERJAGA …

Setiap PIKIRANNYA adalah BAIK SANGKA …
Setiap GERAK HATINYA adalah DOA …
Setiap SENTUHAN TANGANNYA adalah SEDEKAH …

Setiap LANGKAH KAKINYA adalah JIHAD …
Kekuatannya adalah SILATURAHMI …
Kesibukannya adalah ASYIK MEMPERBAIKI DIRI …

Kerinduannya adalah TEGAKNYA SYARIAT ALLAH Subhanaahuwataa’ala
Kratae Supaksorn กระแต
Name: Supaksorn Chaimongkol ศุภักษร ไชยมงคล
Date of Birth: Dec 2, 1982
Height: 173 cm
Weight: 54 kg
Measurements: 34 23 33
Twitter: http://twitter.com/iamkratae
Facebook: https://www.facebook.com/Supaksorn25
Website: http://www.iamkratae.com
About: Supaksorn Chaimongkol ศุภักษร ไชยมงคล or better known as Kratae กระแต is a model and actress from Bangkok, Thailand who graduated with a Degree in Journalism from Rangsit University. Off the acting and modeling worlds, Kratae also competes in car racing. Anyway, only the best of Kratae available here, all filtered by http://dailylenglui.asia.



Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต
Kratae Supaksorn กระแต